Surat Abasa

Bermuka Masam • Makkiyah • 42 ayat

Tentang Surat Abasa

Baca Surat Abasa (Ia Bermuka Masam — عبس) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 42 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-80 dalam Al-Quran.

Abasa berisi teguran halus Allah kepada Rasulullah yang bermuka masam dan berpaling dari Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta, karena lebih mementingkan dakwah kepada pembesar Quraisy yang menolaknya. Ini mengajarkan prinsip persamaan dalam Islam bahwa orang yang sungguh-sungguh ingin belajar harus diprioritaskan tanpa memandang status sosial..

Tema Utama

  • Teguran Allah kepada Nabi ﷺ karena bermuka masam kepada Ibnu Ummi Maktum
  • Persamaan derajat manusia di hadapan Allah dalam menerima dakwah
  • Nikmat Allah dalam penciptaan makanan dan tumbuhan bagi manusia
  • Gambaran Hari Kiamat ketika manusia lari dari keluarganya sendiri

Kandungan Surat

Ayat 1-10Teguran dari Allah — Nabi ﷺ bermuka masam dan berpaling ketika seorang buta (Abdullah bin Ummi Maktum) datang meminta bimbingan, karena beliau sedang berdakwah kepada pembesar Quraisy. Allah menegur: siapa tahu orang buta itu akan membersihkan diri atau menerima pelajaran yang bermanfaat?
Ayat 11-16Al-Quran sebagai peringatan — Al-Quran adalah peringatan bagi siapa saja yang mau menerimanya, tertulis di lembaran-lembaran yang dimuliakan dan disucikan, di tangan para malaikat pencatat yang mulia lagi berbakti.
Ayat 17-32Nikmat penciptaan — manusia dikecam karena keingkarannya. Allah mengingatkan proses penciptaan dari setetes mani, memudahkan jalan hidupnya, mematikannya lalu menguburkannya, dan akan membangkitkannya kembali. Allah menumbuhkan biji-bijian, anggur, sayuran, zaitun, kurma, kebun-kebun lebat, buah-buahan, dan rerumputan sebagai kesenangan bagi manusia dan ternaknya.
Ayat 33-42Hari Kiamat — ketika datang suara yang memekakkan telinga (Ash-Shakhkhah), manusia lari dari saudaranya, ibunya, ayahnya, istrinya, dan anak-anaknya. Wajah-wajah yang berseri-seri tertawa gembira, dan wajah-wajah yang diliputi debu dan kegelapan — itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

Keutamaan

  • Surat ini menjadi bukti keadilan Al-Quran — bahkan Nabi ﷺ sendiri ditegur oleh Allah, menunjukkan bahwa Al-Quran bukan buatan manusia.
  • Abdullah bin Ummi Maktum kemudian diangkat Nabi ﷺ sebagai muazin kedua di Madinah dan berkali-kali ditunjuk sebagai pengganti beliau memimpin Madinah saat perang.
  • Surat ini menegaskan bahwa dalam dakwah, orang yang rendah hati dan ingin belajar lebih berhak mendapat perhatian daripada orang yang sombong meski berkedudukan tinggi.

Asbab Nuzul

Surat 'Abasa turun berkaitan dengan peristiwa ketika Nabi ﷺ sedang berdakwah kepada pembesar-pembesar Quraisy seperti Utbah bin Rabi'ah, Abu Jahl, dan Al-Abbas bin Abdul Muththalib, berharap mereka masuk Islam. Saat itu datanglah Abdullah bin Ummi Maktum, seorang sahabat buta, meminta bimbingan agama. Nabi ﷺ bermuka masam dan berpaling, lalu Allah menurunkan teguran ini sebagai pelajaran bahwa ketulusan hati lebih utama daripada kedudukan sosial.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Asbabun Nuzul, Al-Wahidi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ

‘abasa wa tawallâ

Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling

2

اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ

an jâ'ahul-a‘mâ

karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya.

3

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ

wa mâ yudrîka la‘allahû yazzakkâ

Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)

4

اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ

au yadzdzakkaru fa tanfa‘ahudz-dzikrâ

atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?

5

اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ

ammâ manistaghnâ

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),

6

فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ

fa anta lahû tashaddâ

engkau (Nabi Muhammad) memberi perhatian kepadanya.

7

وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ

wa mâ ‘alaika allâ yazzakkâ

Padahal, tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).

8

وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ

wa ammâ man jâ'aka yas‘â

Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

9

وَهُوَ يَخْشٰىۙ

wa huwa yakhsyâ

sedangkan dia takut (kepada Allah),

10

فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ

fa anta ‘an-hu talahhâ

malah engkau (Nabi Muhammad) abaikan.

11

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌۚ

kallâ innahâ tadzkirah

Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.

12

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۘ

fa man syâ'a dzakarah

Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya

13

فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ

fî shuḫufim mukarramah

di dalam suhuf yang dimuliakan (di sisi Allah),

14

مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢۙ

marfû‘atim muthahharah

yang ditinggikan (kedudukannya) lagi disucikan

15

بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ

bi'aidî safarah

di tangan para utusan (malaikat)

16

كِرَامٍ ۢ بَرَرَةٍۗ

kirâmim bararah

yang mulia lagi berbudi.

17

قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ

qutilal-insânu mâ akfarah

Celakalah manusia! Alangkah kufur dia!

18

مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ

min ayyi syai'in khalaqah

Dari apakah Dia menciptakannya?

19

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ

min nuthfah, khalaqahû fa qaddarah

Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya.

20

ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ

tsummas-sabîla yassarah

Kemudian, jalannya Dia mudahkan.

21

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ

tsumma amâtahû fa aqbarah

Kemudian, Dia mematikannya lalu menguburkannya.

22

ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ

tsumma idzâ syâ'a ansyarah

Kemudian, jika menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

23

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ

kallâ lammâ yaqdli mâ amarah

Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.

24

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓۙ

falyandhuril-insânu ilâ tha‘âmih

Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

25

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ

annâ shababnal-mâ'a shabbâ

Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah.

26

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ

tsumma syaqaqnal-ardla syaqqâ

Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.

27

فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ

fa ambatnâ fîhâ ḫabbâ

Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian,

28

وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ

wa ‘inabaw wa qadlbâ

anggur, sayur-sayuran,

29

وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ

wa zaitûnaw wa nakhlâ

zaitun, pohon kurma,

30

وَّحَدَاۤئِقَ غُلْبًا

wa ḫadâ'iqa ghulbâ

kebun-kebun (yang) rindang,

31

وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا

wa fâkihataw wa abbâ

buah-buahan, dan rerumputan.

32

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

matâ‘al lakum wa li'an‘âmikum

(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.

33

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُۖ

fa idzâ jâ'atish-shâkhkhah

Maka, apabila datang suara yang memekakkan (dari tiupan sangkakala),

34

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ

yauma yafirrul-mar'u min akhîh

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

35

وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ

wa ummihî wa abîh

(dari) ibu dan bapaknya,

36

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ

wa shâḫibatihî wa banîh

serta (dari) istri dan anak-anaknya.

37

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ

likullimri'im min-hum yauma'idzin sya'nuy yughnîh

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

38

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ

wujûhuy yauma'idzim musfirah

Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,

39

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌۚ

dlâḫikatum mustabsyirah

tertawa lagi gembira ria.

40

وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ

wa wujûhuy yauma'idzin ‘alaihâ ghabarah

Pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram)

41

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌۗ

tarhaquhâ qatarah

dan tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).

42

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُࣖ

ulâ'ika humul-kafaratul-fajarah

Mereka itulah orang-orang kafir lagi para pendurhaka.

Anda baru saja membaca Surat Abasa.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Abasa

Apa isi kandungan Surat Abasa?

Abasa berisi teguran halus Allah kepada Rasulullah yang bermuka masam dan berpaling dari Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta, karena lebih mementingkan dakwah kepada pembesar Quraisy yang menolaknya. Ini mengajarkan prinsip persamaan dalam Islam bahwa orang yang sungguh-sungguh ingin belajar harus diprioritaskan tanpa memandang status sosial. Surat Abasa terdiri dari 42 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Abasa?

Surat Abasa terdiri dari 42 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 8 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Abasa (Ia Bermuka Masam)?

Nama "Abasa" (عبس) berarti "Ia Bermuka Masam" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-80 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Abasa Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Abasa termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Abasa?

Surat Abasa dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Abasa?

Surat ini menjadi bukti keadilan Al-Quran — bahkan Nabi ﷺ sendiri ditegur oleh Allah, menunjukkan bahwa Al-Quran bukan buatan manusia. Abdullah bin Ummi Maktum kemudian diangkat Nabi ﷺ sebagai muazin kedua di Madinah dan berkali-kali ditunjuk sebagai pengganti beliau memimpin Madinah saat perang. Surat ini menegaskan bahwa dalam dakwah, orang yang rendah hati dan ingin belajar lebih berhak mendapat perhatian daripada orang yang sombong meski berkedudukan tinggi.

Apakah membaca Surat Abasa di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Abasa lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.