Surat Al Buruj

Gugusan Bintang • Makkiyah • 22 ayat

Tentang Surat Al-Buruj

Baca Surat Al-Buruj (Gugusan Bintang — البروج) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 22 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-85 dalam Al-Quran.

Al-Buruj mengisahkan Ashabul Ukhdud, para penguasa zalim yang membakar orang-orang beriman dalam parit api karena menolak meninggalkan keimanan mereka, sebagai peristiwa yang disaksikan dan dibiarkan Allah untuk menguji keteguhan iman. Surat ini menegaskan bahwa Allah mengawasi segalanya dan Al-Quran tersimpan di Lauh Mahfuzh yang terjaga..

Tema Utama

  • Kisah Ashabul Ukhdud — orang-orang beriman yang dibakar dalam parit api
  • Keteguhan iman di hadapan ujian dan penyiksaan
  • Ancaman bagi orang-orang yang menyiksa kaum beriman
  • Keagungan Al-Quran yang terpelihara di Lauh Mahfuzh

Kandungan Surat

Ayat 1-3Sumpah pembuka — Allah bersumpah demi langit yang memiliki gugusan bintang (al-buruj), demi hari yang dijanjikan (Hari Kiamat), dan demi yang menyaksikan serta yang disaksikan.
Ayat 4-9Kisah Ashabul Ukhdud — laknat bagi orang-orang yang membuat parit berisi api yang besar, ketika mereka duduk di sekitar parit dan menyaksikan pembakaran orang-orang beriman. Mereka menyiksa kaum beriman semata-mata karena beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang memiliki kerajaan langit dan bumi.
Ayat 10-11Balasan penyiksa dan yang disiksa — orang yang menyiksa kaum beriman lalu tidak bertobat, bagi mereka azab Jahannam dan azab yang membakar. Sedangkan orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.
Ayat 12-22Kekuasaan Allah dan Lauh Mahfuzh — sesungguhnya siksaan Tuhanmu amat keras, Dia-lah yang memulai penciptaan dan mengembalikannya, Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, Pemilik Arsy yang agung, Maha Kuasa atas segala yang Dia kehendaki. Al-Quran yang mulia ini terpelihara di Lauh Mahfuzh.

Keutamaan

  • Kisah Ashabul Ukhdud diriwayatkan secara detail dalam hadits Nabi ﷺ tentang seorang raja, tukang sihir, pendeta, dan pemuda yang beriman. (HR. Muslim)
  • Surat ini menjadi penghibur dan penguat hati bagi orang-orang beriman yang menghadapi ujian dan penyiksaan karena agamanya.
  • Ayat terakhir menegaskan bahwa Al-Quran terpelihara di Lauh Mahfuzh, menjadi dalil tentang keaslian dan kemurnian Al-Quran hingga akhir zaman.

Asbab Nuzul

Surat Al-Buruj adalah surat Makkiyah yang turun untuk menghibur dan menguatkan hati Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat yang mengalami penyiksaan dari kaum Quraisy pada masa awal dakwah di Mekkah. Kisah Ashabul Ukhdud — orang-orang beriman yang dibakar hidup-hidup dalam parit api oleh raja zalim — disampaikan sebagai teladan keteguhan iman dan jaminan bahwa para penyiksa akan mendapat balasan setimpal dari Allah, sedangkan orang beriman yang sabar akan meraih surga.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Tafsir Ath-Thabari

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ

was-samâ'i dzâtil-burûj

Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

2

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُوْدِۙ

wal-yaumil-mau‘ûd

demi hari yang dijanjikan,

3

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ

wa syâhidiw wa masy-hûd

demi yang menyaksikan dan yang disaksikan,

4

قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ

qutila ash-ḫâbul-ukhdûd

binasalah orang-orang yang membuat parit (tempat menyiksa orang mukmin)

5

النَّارِ ذَاتِ الْوَقُوْدِۙ

an-nâri dzâtil-waqûd

(yang dikobarkan) api penuh kayu bakar.

6

اِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُوْدٌۙ

idz hum ‘alaihâ qu‘ûd

Ketika (itu) mereka (hanya) duduk di sekitarnya.

7

وَّهُمْ عَلٰى مَا يَفْعَلُوْنَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ شُهُوْدٌۗ

wa hum ‘alâ mâ yaf‘alûna bil-mu'minîna syuhûd

Mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin.

8

وَمَا نَقَمُوْا مِنْهُمْ اِلَّآ اَنْ يُّؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ

wa mâ naqamû min-hum illâ ay yu'minû billâhil-‘azîzil-ḫamîd

Tidaklah mereka menyiksa (membakar) orang-orang mukmin itu, kecuali karena mereka beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji,

9

الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌۗ

alladzî lahû mulkus-samâwâti wal-ardl, wallâhu ‘alâ kulli syai'in syahîd

yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

10

اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ

innalladzîna fatanul-mu'minîna wal-mu'minâti tsumma lam yatûbû fa lahum ‘adzâbu jahannama wa lahum ‘adzâbul-ḫarîq

Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.

11

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ

innalladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti lahum jannâtun tajrî min taḫtihal-an-hâr, dzâlikal-fauzul-kabîr

Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah kemenangan yang besar.

12

اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌۗ

inna bathsya rabbika lasyadîd

Sesungguhnya azab Tuhanmu sangat keras.

13

اِنَّهٗ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيْدُۚ

innahû huwa yubdi'u wa yu‘îd

Sesungguhnya Dialah yang memulai (penciptaan makhluk) dan yang mengembalikan (hidup setelah mati).

14

وَهُوَ الْغَفُوْرُ الْوَدُوْدُۙ

wa huwal-ghafûrul-wadûd

Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

15

ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدُۙ

dzul-‘arsyil-majîd

Pemilik ʻArasy lagi Mahamulia,

16

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُۗ

fa‘‘âlul limâ yurîd

Mahakuasa berbuat apa saja yang Dia kehendaki.

17

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْجُنُوْدِۙ

hal atâka ḫadîtsul-junûd

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara,

18

فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَۗ

fir‘auna wa tsamûd

(yaitu bala tentara) Fir‘aun dan Samud?

19

بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ تَكْذِيْبٍۙ

balilladzîna kafarû fî takdzîb

Memang orang-orang kafir (selalu) mendustakan,

20

وَّاللّٰهُ مِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ مُّحِيْطٌۚ

wallâhu miw warâ'ihim muḫîth

padahal Allah mengepung dari belakang mereka.

21

بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ

bal huwa qur'ânum majîd

Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia

22

فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍࣖ

fî lauḫim maḫfûdh

yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz).

Anda baru saja membaca Surat Al-Buruj.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Buruj

Apa isi kandungan Surat Al-Buruj?

Al-Buruj mengisahkan Ashabul Ukhdud, para penguasa zalim yang membakar orang-orang beriman dalam parit api karena menolak meninggalkan keimanan mereka, sebagai peristiwa yang disaksikan dan dibiarkan Allah untuk menguji keteguhan iman. Surat ini menegaskan bahwa Allah mengawasi segalanya dan Al-Quran tersimpan di Lauh Mahfuzh yang terjaga. Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Buruj?

Surat Al-Buruj terdiri dari 22 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Buruj (Gugusan Bintang)?

Nama "Al-Buruj" (البروج) berarti "Gugusan Bintang" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-85 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Buruj Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Buruj termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Buruj?

Surat Al-Buruj dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Buruj?

Kisah Ashabul Ukhdud diriwayatkan secara detail dalam hadits Nabi ﷺ tentang seorang raja, tukang sihir, pendeta, dan pemuda yang beriman. (HR. Muslim) Surat ini menjadi penghibur dan penguat hati bagi orang-orang beriman yang menghadapi ujian dan penyiksaan karena agamanya. Ayat terakhir menegaskan bahwa Al-Quran terpelihara di Lauh Mahfuzh, menjadi dalil tentang keaslian dan kemurnian Al-Quran hingga akhir zaman.

Apakah membaca Surat Al-Buruj di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Buruj lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.