Surat Al Hujurat

Kamar-Kamar • Madaniyah • 18 ayat

Tentang Surat Al-Hujurat

Baca Surat Al-Hujurat (Kamar-Kamar — الحجرات) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 18 ayat Madaniyah (Juz 26) — surat ke-49 dalam Al-Quran.

Al-Hujurat adalah panduan lengkap adab sosial dalam Islam: tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya, tabayun dalam menerima berita, larangan mengolok-olok dan ghibah, serta prinsip persaudaraan sesama muslim. Surat ini menegaskan bahwa kemuliaan seseorang hanya ditentukan oleh ketakwaan, bukan suku, ras, atau keturunan..

Tema Utama

  • Adab dan etika sosial dalam Islam
  • Perintah tabayun (klarifikasi) sebelum bertindak berdasarkan berita
  • Persaudaraan sesama muslim dan kewajiban mendamaikan perselisihan
  • Larangan mengolok-olok, berprasangka buruk, menggunjing, dan mencela
  • Kemuliaan manusia berdasarkan ketakwaan, bukan suku atau bangsa

Kandungan Surat

Ayat 1-5Adab terhadap Rasulullah ﷺ — larangan mendahului Allah dan Rasul-Nya, larangan meninggikan suara di atas suara Nabi ﷺ, dan pujian bagi mereka yang merendahkan suara di sisi beliau.
Ayat 6Perintah tabayun — apabila datang orang fasik membawa berita, maka telitilah kebenarannya agar tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa pengetahuan yang benar.
Ayat 9-10Mendamaikan perselisihan — jika dua golongan beriman berperang, damaikanlah keduanya, dan jika salah satu berbuat zalim maka perangilah hingga kembali kepada perintah Allah. Sesungguhnya orang beriman bersaudara.
Ayat 11-12Larangan akhlak tercela — larangan mengolok-olok, mencela dengan julukan buruk, berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan, dan menggunjing sesama muslim.
Ayat 13Kesetaraan manusia — manusia diciptakan dari laki-laki dan perempuan serta dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal, yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
Ayat 14-18Iman dan Islam — perbedaan antara iman dan Islam, orang Arab Badui mengaku beriman padahal iman belum masuk ke hati mereka, serta orang beriman sejati adalah yang beriman lalu tidak ragu dan berjihad.

Keutamaan

  • Surat ini dijuluki 'Surat Al-Akhlaq' karena mengandung pokok-pokok adab sosial yang komprehensif dalam Islam.
  • Ayat 13 tentang kesetaraan manusia menjadi piagam anti-rasisme dan anti-diskriminasi dalam Islam.
  • Ayat 6 tentang tabayun menjadi prinsip utama dalam menyikapi berita dan informasi, sangat relevan di era modern.
  • Ayat 10 tentang persaudaraan: 'Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu' menjadi landasan ukhuwah Islamiyah.

Asbab Nuzul

Surat Al-Hujurat adalah surat Madaniyah yang turun di Madinah. Ayat 1-5 turun berkenaan dengan sekelompok orang yang memanggil Nabi ﷺ dari luar kamar (hujurat) beliau dengan suara keras. Ayat 6 tentang tabayun turun berkenaan dengan berita Al-Walid bin Uqbah tentang Bani Musthaliq yang ternyata tidak benar. Ayat 11-12 turun berkenaan dengan larangan mengolok-olok dan menggunjing sesama muslim. Ayat 13 turun untuk menghapus fanatisme kesukuan.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Asbab An-Nuzul karya Al-Wahidi, Sunan Abu Dawud

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيِ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tuqaddimû baina yadayillâhi wa rasûlihî wattaqullâh, innallâha samî‘un ‘alîm

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

2

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tarfa‘û ashwâtakum fauqa shautin-nabiyyi wa lâ taj-harû lahû bil-qauli kajahri ba‘dlikum liba‘dlin an taḫbatha a‘mâlukum wa antum lâ tasy‘urûn

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain. Hal itu dikhawatirkan akan membuat (pahala) segala amalmu terhapus, sedangkan kamu tidak menyadarinya.

3

اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ امْتَحَنَ اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوٰىۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ

innalladzîna yaghudldlûna ashwâtahum ‘inda rasûlillâhi ulâ'ikalladzînamtaḫanallâhu qulûbahum lit-taqwâ, lahum maghfiratuw wa ajrun ‘adhîm

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

4

اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَاۤءِ الْحُجُرٰتِ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُوْنَ

innalladzîna yunâdûnaka miw warâ'il-ḫujurâti aktsaruhum lâ ya‘qilûn

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Nabi Muhammad) dari luar kamar(-mu), kebanyakan mereka tidak mengerti.

5

وَلَوْ اَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتّٰى تَخْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

walau annahum shabarû ḫattâ takhruja ilaihim lakâna khairal lahum, wallâhu ghafûrur raḫîm

Seandainya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû in jâ'akum fâsiqum binaba'in fa tabayyanû an tushîbû qaumam bijahâlatin fa tushbiḫû ‘alâ mâ fa‘altum nâdimîn

Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

7

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرّٰشِدُوْنَۙ

wa‘lamû anna fîkum rasûlallâh, lau yuthî‘ukum fî katsîrim minal-amri la‘anittum wa lâkinnallâha ḫabbaba ilaikumul-îmâna wa zayyanahû fî qulûbikum wa karraha ilaikumul-kufra wal-fusûqa wal-‘ishyân, ulâ'ika humur-râsyidûn

Ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Seandainya dia menuruti (kemauan)-mu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Akan tetapi, Allah menjadikanmu cinta kepada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikanmu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran.

8

فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَنِعْمَةًۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

fadllam minallâhi wa ni‘mah, wallâhu ‘alîmun ḫakîm

(Itu) sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

9

وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِۖ فَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

wa in thâ'ifatâni minal-mu'minînaqtatalû fa ashliḫû bainahumâ, fa im baghat iḫdâhumâ ‘alal-ukhrâ fa qâtilullatî tabghî ḫattâ tafî'a ilâ amrillâh, fa in fâ'at fa ashliḫû bainahumâ bil-‘adli wa aqsithû, innallâha yuḫibbul-muqsithîn

Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.

10

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

innamal-mu'minûna ikhwatun fa ashliḫû baina akhawaikum wattaqullâha la‘allakum tur-ḫamûn

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.

11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ yaskhar qaumum ming qaumin ‘asâ ay yakûnû khairam min-hum wa lâ nisâ'um min nisâ'in ‘asâ ay yakunna khairam min-hunn, wa lâ talmizû anfusakum wa lâ tanâbazû bil-alqâb, bi'sa lismul-fusûqu ba‘dal-îmân, wa mal lam yatub fa ulâ'ika humudh-dhâlimûn

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

12

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

yâ ayyuhalladzîna âmanujtanibû katsîram minadh-dhanni inna ba‘dladh-dhanni itsmuw wa lâ tajassasû wa lâ yaghtab ba‘dlukum ba‘dlâ, a yuḫibbu aḫadukum ay ya'kula laḫma akhîhi maitan fa karihtumûh, wattaqullâh, innallâha tawwâbur raḫîm

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ'ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.

14

۞ قَالَتِ الْاَعْرَابُ اٰمَنَّاۗ قُلْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا وَلٰكِنْ قُوْلُوْٓا اَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْاِيْمَانُ فِيْ قُلُوْبِكُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ لَا يَلِتْكُمْ مِّنْ اَعْمَالِكُمْ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

qâlatil-a‘râbu âmannâ, qul lam tu'minû wa lâking qûlû aslamnâ wa lammâ yadkhulil-îmânu fî qulûbikum, wa in tuthî‘ullâha wa rasûlahû lâ yalitkum min a‘mâlikum syai'â, innallâha ghafûrur raḫîm

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami baru berislam’ karena iman (yang sebenarnya) belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu.” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

15

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

innamal-mu'minûnalladzîna âmanû billâhi wa rasûlihî tsumma lam yartâbû wa jâhadû bi'amwâlihim wa anfusihim fî sabîlillâh, ulâ'ika humush-shâdiqûn

Sesungguhnya orang-orang mukmin (yang sebenarnya) hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang benar.

16

قُلْ اَتُعَلِّمُوْنَ اللّٰهَ بِدِيْنِكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

qul a tu‘allimûnallâha bidînikum, wallâhu ya‘lamu mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wallâhu bikulli syai'in ‘alîm

Katakanlah (kepada mereka), “Apakah kamu akan memberi tahu Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi serta Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

17

يَمُنُّوْنَ عَلَيْكَ اَنْ اَسْلَمُوْاۗ قُلْ لَّا تَمُنُّوْا عَلَيَّ اِسْلَامَكُمْۚ بَلِ اللّٰهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ اَنْ هَدٰىكُمْ لِلْاِيْمَانِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

yamunnûna ‘alaika an aslamû, qul lâ tamunnû ‘alayya islâmakum, balillâhu yamunnu ‘alaikum an hadâkum lil-îmâni ing kuntum shâdiqîn

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu. Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang-orang benar.”

18

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ

innallâha ya‘lamu ghaibas-samâwâti wal-ardl, wallâhu bashîrum bimâ ta‘malûn

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Anda baru saja membaca Surat Al-Hujurat.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Hujurat

Apa isi kandungan Surat Al-Hujurat?

Al-Hujurat adalah panduan lengkap adab sosial dalam Islam: tidak mendahului Allah dan Rasul-Nya, tabayun dalam menerima berita, larangan mengolok-olok dan ghibah, serta prinsip persaudaraan sesama muslim. Surat ini menegaskan bahwa kemuliaan seseorang hanya ditentukan oleh ketakwaan, bukan suku, ras, atau keturunan. Surat Al-Hujurat terdiri dari 18 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah (diturunkan di Madinah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Hujurat?

Surat Al-Hujurat terdiri dari 18 ayat dan terdapat pada juz 26 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Hujurat (Kamar-Kamar)?

Nama "Al-Hujurat" (الحجرات) berarti "Kamar-Kamar" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-49 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Hujurat Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Hujurat termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu surat yang diturunkan di Madinah. Surat Madaniyah umumnya memuat hukum-hukum syariat, aturan bermasyarakat, serta pedoman hubungan antarumat sebagai panduan hidup bernegara dan bermasyarakat.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Hujurat?

Surat Al-Hujurat dapat dibaca kapan saja. Sebagai surat Madaniyah yang memuat pedoman syariat dan kehidupan bermasyarakat, membacanya secara rutin membantu memahami hukum-hukum Islam yang terkandung di dalamnya.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Hujurat?

Surat ini dijuluki 'Surat Al-Akhlaq' karena mengandung pokok-pokok adab sosial yang komprehensif dalam Islam. Ayat 13 tentang kesetaraan manusia menjadi piagam anti-rasisme dan anti-diskriminasi dalam Islam. Ayat 6 tentang tabayun menjadi prinsip utama dalam menyikapi berita dan informasi, sangat relevan di era modern. Ayat 10 tentang persaudaraan: 'Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu' menjadi landasan ukhuwah Islamiyah.

Apakah membaca Surat Al-Hujurat di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Hujurat lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.