Baca Surat Al-Isra' (Perjalanan Malam — الإسراء) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 111 ayat Makkiyah (Juz 15) — surat ke-17 dalam Al-Quran.
Al-Isra diawali dengan kisah Isra Mi'raj Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke langit untuk menerima perintah shalat lima waktu. Surat ini juga memuat sepuluh prinsip akhlak mulia dalam Islam, kisah kemuliaan Bani Adam, serta peringatan tentang kehancuran Bani Israel..
Ayat 1Ayat pembuka yang mengisahkan peristiwa Isra — perjalanan malam Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina). Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya untuk diperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Ayat 2-8Pemberian Taurat kepada Musa sebagai petunjuk bagi Bani Israel. Peringatan tentang dua kali kerusakan besar yang dilakukan Bani Israel di muka bumi dan azab yang menimpa mereka — pertama oleh Nebukadnezar dan kedua oleh Romawi.
Ayat 9-17Al-Quran memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus. Manusia bersifat tergesa-gesa. Malam dan siang dijadikan sebagai dua tanda kekuasaan Allah. Setiap manusia dipertanggungjawabkan atas amalnya sendiri. Jika Allah hendak menghancurkan suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah diperintah (taat) namun mereka berbuat fasik.
Ayat 22-39Sepuluh prinsip akhlak mulia: (1) jangan menyekutukan Allah, (2) berbakti kepada orang tua, (3) berikan hak kerabat, orang miskin, dan musafir, (4) jangan boros, (5) jangan kikir dan jangan berlebihan, (6) jangan membunuh anak karena takut miskin, (7) jangan mendekati zina, (8) jangan membunuh jiwa yang diharamkan, (9) jangan mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara terbaik, (10) penuhi janji dan sempurnakan timbangan.
Ayat 40-52Bantahan terhadap kaum musyrikin yang menganggap malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah. Al-Quran mengulang-ulang peringatan agar manusia sadar. Orang kafir menutup hati dan telinga saat Al-Quran dibacakan. Pada Hari Kiamat, tulang-belulang yang telah hancur akan dibangkitkan kembali.
Ayat 53-60Perintah berkata dengan perkataan yang terbaik karena setan selalu menimbulkan perselisihan. Keutamaan sebagian nabi atas sebagian yang lain, Dawud diberi Zabur. Peringatan tentang siksaan negeri-negeri sebelum Hari Kiamat.
Ayat 61-72Kisah penolakan Iblis bersujud kepada Adam dan sumpahnya untuk menyesatkan keturunan Adam. Perintah mendirikan shalat dari matahari tergelincir hingga malam gelap dan membaca Al-Quran di waktu fajar (shalat Subuh yang disaksikan malaikat). Shalat tahajud sebagai amalan tambahan yang menjanjikan maqam mahmud (kedudukan terpuji).
Ayat 73-84Kaum musyrikin hampir memalingkan Nabi ﷺ dari wahyu. Perintah mendirikan shalat dengan benar. Al-Quran diturunkan sebagai obat (syifa') dan rahmat bagi orang beriman. Nikmat Allah jika dikumpulkan oleh seluruh jin dan manusia tidak mampu membuat tandingan Al-Quran.
Ayat 85-100Ruh adalah urusan Allah dan pengetahuan manusia tentangnya sangat sedikit. Tantangan: jika seluruh manusia dan jin bersatu untuk membuat semisal Al-Quran, mereka tidak akan mampu. Tuntutan kaum Quraisy agar Nabi ﷺ menunjukkan mukjizat fisik — memancarkan mata air, memiliki kebun, menjatuhkan langit, dan naik ke langit.
Ayat 101-111Kisah Musa diberikan sembilan mukjizat nyata kepada Fir'aun. Turunnya Al-Quran secara bertahap agar hati menjadi mantap. Perintah sujud saat mendengar Al-Quran. Penutup dengan pujian kepada Allah yang tidak beranak, tidak mempunyai sekutu, dan tidak memerlukan penolong.
Surat Al-Isra' adalah surat Makkiyah yang turun di Makkah, berkaitan erat dengan peristiwa Isra dan Mi'raj yang terjadi pada sekitar tahun ke-10 atau ke-11 kenabian (sebelum hijrah). Peristiwa ini terjadi setelah masa-masa sulit dakwah di Makkah, termasuk pemboikotan Bani Hasyim dan wafatnya Abu Thalib serta Khadijah. Allah memuliakan Nabi ﷺ dengan perjalanan agung ini sebagai penghiburan dan penguatan. Banyak ayat dalam surat ini turun untuk membantah tuntutan mukjizat dari kaum Quraisy dan menetapkan prinsip-prinsip akhlak yang menjadi fondasi peradaban Islam.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Musnad Ahmad