Surat Al Muzzammil

Orang Yang Berselimut • Makkiyah • 20 ayat

Tentang Surat Al-Muzzammil

Baca Surat Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut — المزمل) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 20 ayat Makkiyah (Juz 29) — surat ke-73 dalam Al-Quran.

Al-Muzzammil memerintahkan Rasulullah untuk bangun malam dan mendirikan shalat malam (qiyamul lail) minimal separuh malam sebagai bekal untuk menghadapi beratnya tugas kenabian. Surat ini juga memerintahkan membaca Al-Quran dengan tartil yang baik, bersabar atas gangguan kaum kafir, dan bersedekah dengan ikhlas..

Tema Utama

  • Perintah qiyamul lail (shalat malam) bagi Nabi ﷺ dan umatnya
  • Perintah membaca Al-Quran dengan tartil
  • Kesabaran menghadapi gangguan orang-orang musyrik
  • Keringanan dalam ibadah malam dan perintah menunaikan zakat

Kandungan Surat

Ayat 1-9Perintah shalat malam — Allah menyeru Nabi ﷺ yang berselimut (Al-Muzzammil) agar bangun di malam hari untuk shalat, setengah malam atau kurang atau lebih dari itu, serta membaca Al-Quran dengan tartil (perlahan dan jelas). Malam hari disebut lebih berkesan dan lebih tepat untuk membaca.
Ayat 10-14Sabar dan bertawakal — perintah agar bersabar atas perkataan orang-orang kafir dan menjauh dari mereka dengan cara yang baik. Peringatan tentang azab berupa belenggu, neraka Jahim, dan makanan yang menyumbat tenggorokan.
Ayat 15-19Pelajaran dari Firaun — sebagaimana Allah mengutus Musa kepada Firaun dan Firaun mendurhakainya sehingga dihancurkan, demikian pula ancaman bagi siapa saja yang mendustakan rasul. Hari Kiamat digambarkan sebagai hari yang menjadikan anak-anak beruban.
Ayat 20Keringanan shalat malam — Allah mengetahui bahwa Nabi ﷺ dan para sahabat melaksanakan qiyamul lail melebihi ketentuan, maka Allah memberi keringanan: bacalah Al-Quran semampu kalian, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berilah pinjaman yang baik kepada Allah.

Keutamaan

  • Surat ini menjadi dasar utama perintah qiyamul lail (tahajud) yang merupakan shalat sunnah paling utama setelah shalat wajib. (HR. Muslim)
  • Ayat tentang tartil Al-Quran (ayat 4) menjadi landasan ilmu tajwid dan adab membaca Al-Quran dengan perlahan serta penuh penghayatan.
  • Surat Al-Muzzammil memuat keringanan dari Allah yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan hamba-hamba-Nya.

Asbab Nuzul

Surat Al-Muzzammil adalah surat Makkiyah, kecuali ayat terakhir (ayat 20) yang menurut mayoritas ulama turun di Madinah. Surat ini turun pada awal masa kenabian ketika Nabi ﷺ mulai menerima wahyu dan merasa berat. Allah memerintahkan beliau bangun shalat malam sebagai persiapan spiritual menerima beban risalah yang berat. Ayat 20 turun sekitar setahun kemudian sebagai keringanan setelah para sahabat melaksanakan shalat malam dengan sangat berat.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Tafsir Al-Qurthubi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ

yâ ayyuhal-muzzammil

Wahai orang yang berkelumun (Nabi Muhammad),

2

قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ

qumil-laila illâ qalîlâ

bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,

3

نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ

nishfahû awingqush min-hu qalîlâ

(yaitu) seperduanya, kurang sedikit dari itu,

4

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

au zid ‘alaihi wa rattilil-qur'âna tartîlâ

atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

5

اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا

innâ sanulqî ‘alaika qaulan tsaqîlâ

Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

6

اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ

inna nâsyi'atal-laili hiya asyaddu wath'aw wa aqwamu qîlâ

Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya.

7

اِنَّ لَكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًاۗ

inna laka fin-nahâri sab-ḫan thawîlâ

Sesungguhnya pada siang hari engkau memiliki kesibukan yang panjang.

8

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ

wadzkurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabtîlâ

Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

9

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا

rabbul-masyriqi wal-maghribi lâ ilâha illâ huwa fattakhidz-hu wakîlâ

(Allah) adalah Tuhan timur dan barat. Tidak ada tuhan selain Dia. Maka, jadikanlah Dia sebagai pelindung.

10

وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا

washbir ‘alâ mâ yaqûlûna wahjur-hum hajran jamîlâ

Bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

11

وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا

wa dzarnî wal-mukadzdzibîna ulin-na‘mati wa mahhil-hum qalîlâ

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap para pendusta yang memiliki segala kenikmatan hidup dan berilah mereka penangguhan sementara.

12

اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًاۙ

inna ladainâ angkâlaw wa jaḫîmâ

Sesungguhnya di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat), (neraka) Jahim,

13

وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا

wa tha‘âman dzâ ghushshatiw wa ‘adzâban alîmâ

makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih.

14

يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا

yauma tarjuful-ardlu wal-jibâlu wa kânatil-jibâlu katsîbam mahîlâ

(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras dan gunung-gunung itu menjadi seperti onggokan pasir yang tercurah.

15

اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ەۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًاۗ

innâ arsalnâ ilaikum rasûlan syâhidan ‘alaikum kamâ arsalnâ ilâ fir‘auna rasûlâ

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul (Nabi Muhammad) kepadamu sebagai saksi atasmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada Fir‘aun.

16

فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًاۚ

fa ‘ashâ fir‘aunur-rasûla fa akhadznâhu akhdzaw wabîlâ

Namun, Fir‘aun mendurhakai rasul itu sehingga Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

17

فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ

fa kaifa tattaqûna ing kafartum yaumay yaj‘alul-wildâna syîbâ

Lalu, bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu (dari azab) hari yang menjadikan anak-anak beruban jika kamu tetap kufur?

18

ࣙالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا

as-samâ'u munfathirum bih, kâna wa‘duhû maf‘ûlâ

Langit terbelah padanya (hari itu). Janji-Nya pasti terlaksana.

19

اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًاࣖ

inna hâdzihî tadzkirah, fa man syâ'attakhadza ilâ rabbihî sabîlâ

Sesungguhnya ini adalah peringatan. Siapa yang berkehendak niscaya mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.

20

۞ اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِۙ وَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۙ هُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ

inna rabbaka ya‘lamu annaka taqûmu adnâ min tsulutsayil-laili wa nishfahû wa tsulutsahû wa thâ'ifatum minalladzîna ma‘ak, wallâhu yuqaddirul-laila wan-nahâr, ‘alima al lan tuḫshûhu fa tâba ‘alaikum faqra'û mâ tayassara minal-qur'ân, ‘alima an sayakûnu mingkum mardlâ wa âkharûna yadlribûna fil-ardli yabtaghûna min fadllillâhi wa âkharûna yuqâtilûna fî sabîlillâhi faqra'û mâ tayassara min-hu wa aqîmush-shalâta wa âtuz-zakâta wa aqridlullâha qardlan ḫasanâ, wa mâ tuqaddimû li'anfusikum min khairin tajidûhu ‘indallâhi huwa khairaw wa a‘dhama ajrâ, wastaghfirullâh, innallâha ghafûrur raḫîm

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Nabi Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menghitungnya (secara terperinci waktu-waktu tersebut sehingga menyulitkanmu dalam melaksanakan salat malam). Maka, Dia kembali (memberi keringanan) kepadamu. Oleh karena itu, bacalah (ayat) Al-Qur’an yang mudah (bagimu). Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah serta yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) darinya (Al-Qur’an). Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Anda baru saja membaca Surat Al-Muzzammil.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Al-Muzzammil

Apa isi kandungan Surat Al-Muzzammil?

Al-Muzzammil memerintahkan Rasulullah untuk bangun malam dan mendirikan shalat malam (qiyamul lail) minimal separuh malam sebagai bekal untuk menghadapi beratnya tugas kenabian. Surat ini juga memerintahkan membaca Al-Quran dengan tartil yang baik, bersabar atas gangguan kaum kafir, dan bersedekah dengan ikhlas. Surat Al-Muzzammil terdiri dari 20 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Al-Muzzammil?

Surat Al-Muzzammil terdiri dari 20 ayat dan terdapat pada juz 29 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 4 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut)?

Nama "Al-Muzzammil" (المزمل) berarti "Orang yang Berselimut" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-73 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Al-Muzzammil Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Al-Muzzammil termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Muzzammil?

Surat Al-Muzzammil dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Al-Muzzammil?

Surat ini menjadi dasar utama perintah qiyamul lail (tahajud) yang merupakan shalat sunnah paling utama setelah shalat wajib. (HR. Muslim) Ayat tentang tartil Al-Quran (ayat 4) menjadi landasan ilmu tajwid dan adab membaca Al-Quran dengan perlahan serta penuh penghayatan. Surat Al-Muzzammil memuat keringanan dari Allah yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan hamba-hamba-Nya.

Apakah membaca Surat Al-Muzzammil di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Muzzammil lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.