لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
lâ uqsimu biyaumil-qiyâmah
Aku bersumpah demi hari Kiamat.
Baca Surat Al-Qiyamah (Hari Kiamat — القيامة) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 40 ayat Makkiyah (Juz 29) — surat ke-75 dalam Al-Quran.
Al-Qiyamah bersumpah demi hari kiamat dan jiwa yang menyesali perbuatannya, untuk menegaskan bahwa hari kebangkitan pasti terjadi meski manusia menganggapnya mustahil. Surat ini juga menggambarkan proses penciptaan manusia dari setetes mani dan menegaskan bahwa Allah-lah yang akan mengumpulkan dan membacakan Al-Quran kepada Rasulullah..
Surat Al-Qiyamah adalah surat Makkiyah yang turun untuk membantah penolakan kaum musyrikin Mekkah terhadap konsep kebangkitan setelah mati. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin tulang belulang yang sudah hancur bisa dikumpulkan kembali. Ayat 16-19 turun berkaitan dengan kebiasaan Nabi ﷺ yang menggerakkan lidahnya saat menerima wahyu karena khawatir lupa, lalu Allah menjamin bahwa Dia-lah yang mengumpulkan dan membacakannya.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Al-Bukhari, Tafsir Al-Qurthubi
لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
lâ uqsimu biyaumil-qiyâmah
Aku bersumpah demi hari Kiamat.
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
wa lâ uqsimu bin-nafsil-lawwâmah
Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗۗ
a yaḫsabul-insânu allan najma‘a ‘idhâmah
Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya?
بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ
balâ qâdirîna ‘alâ an nusawwiya banânah
Tentu, (bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.
بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ
bal yurîdul-insânu liyafjura amâmah
Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus.
يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ
yas'alu ayyâna yaumul-qiyâmah
Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?”
فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ
fa idzâ bariqal-bashar
Apabila mata terbelalak (ketakutan),
وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ
wa khasafal-qamar
bulan pun telah hilang cahayanya,
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ
wa jumi‘asy-syamsu wal-qamar
serta matahari dan bulan dikumpulkan,
يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ
yaqûlul-insânu yauma'idzin ainal-mafarr
pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?”
كَلَّا لَا وَزَرَۗ
kallâ lâ wazar
Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung.
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ࣙالْمُسْتَقَرُّۗ
ilâ rabbika yauma'idzinil-mustaqarr
(Hanya) kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ ۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ
yunabba'ul-insânu yauma'idzim bimâ qaddama wa akhkhar
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan.
بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ
balil-insânu ‘alâ nafsihî bashîrah
Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ
walau alqâ ma‘âdzîrah
walaupun dia mengemukakan alasan-alasan(-nya).
لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ
lâ tuḫarrik bihî lisânaka lita‘jala bih
Jangan engkau (Nabi Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur’an) karena hendak tergesa-gesa (menguasai)-nya.
اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗۚ
inna ‘alainâ jam‘ahû wa qur'ânah
Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya.
فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗۚ
fa idzâ qara'nâhu fattabi‘ qur'ânah
Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu.
ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗۗ
tsumma inna ‘alainâ bayânah
Kemudian, sesungguhnya tugas Kami (pula)-lah (untuk) menjelaskannya.
كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ
kallâ bal tuḫibbûnal-‘âjilah
Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia,
وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
wa tadzarûnal-âkhirah
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ
wujûhuy yauma'idzin nâdlirah
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri
اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌۚ
ilâ rabbihâ nâdhirah
(karena) memandang Tuhannya.
وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ ۢ بَاسِرَةٌۙ
wa wujûhuy yauma'idzim bâsirah
Wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram
تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌۗ
tadhunnu ay yuf‘ala bihâ fâqirah
(karena) mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ
kallâ idzâ balaghatit-tarâqî
Sekali-kali tidak! Apabila (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
وَقِيْلَ مَنْ ۜ رَاقٍۙ
wa qîla man râq
dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang (dapat) menyembuhkan?”
وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ
wa dhanna annahul-firâq
Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ
waltaffatis-sâqu bis-sâq
dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).
اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ࣙالْمَسَاقُۗࣖ
ilâ rabbika yauma'idzinil-masâq
Kepada Tuhanmulah pada hari itu (manusia) digiring.
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ
fa lâ shaddaqa wa lâ shallâ
Dia tidak membenarkan (Al-Qur’an dan Rasul) dan tidak melaksanakan salat.
وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ
wa lâking kadzdzaba wa tawallâ
Akan tetapi, dia mendustakan (Al-Qur’an) dan berpaling (dari kebenaran).
ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ
tsumma dzahaba ilâ ahlihî yatamaththâ
Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri.
اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ
aulâ laka fa aulâ
Celakalah kamu! Maka, celakalah!
ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ
tsumma aulâ laka fa aulâ
Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah!
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ
a yaḫsabul-insânu ay yutraka sudâ
Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى
a lam yaku nuthfatam mim maniyyiy yumnâ
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ
tsumma kâna ‘alaqatan fa khalaqa fa sawwâ
Kemudian, (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya.
فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ
fa ja‘ala min-huz-zaujainidz-dzakara wal-untsâ
Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِىَ الْمَوْتٰىࣖ
a laisa dzâlika biqâdirin ‘alâ ay yuḫyiyal-mautâ
Bukankah (Allah) itu kuasa (pula) menghidupkan orang mati?
Anda baru saja membaca Surat Al-Qiyamah.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.
Al-Qiyamah bersumpah demi hari kiamat dan jiwa yang menyesali perbuatannya, untuk menegaskan bahwa hari kebangkitan pasti terjadi meski manusia menganggapnya mustahil. Surat ini juga menggambarkan proses penciptaan manusia dari setetes mani dan menegaskan bahwa Allah-lah yang akan mengumpulkan dan membacakan Al-Quran kepada Rasulullah. Surat Al-Qiyamah terdiri dari 40 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).
Surat Al-Qiyamah terdiri dari 40 ayat dan terdapat pada juz 29 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 8 menit.
Nama "Al-Qiyamah" (القيامة) berarti "Hari Kiamat" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-75 dalam urutan mushaf Al-Quran.
Surat Al-Qiyamah termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.
Surat Al-Qiyamah dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.
Ayat 3-4 tentang kemampuan Allah menyusun kembali ujung jari manusia menjadi mukjizat ilmiah Al-Quran — sidik jari setiap manusia unik dan berbeda, sebuah fakta yang baru ditemukan sains modern. Surat ini memuat penyebutan an-nafs al-lawwamah (jiwa yang menyesali diri) yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai hati nurani yang selalu introspeksi. Ayat 16-19 menjadi dalil tentang adab menerima ilmu dan wahyu dengan tidak tergesa-gesa.
Ya, LiteQuran menyediakan Surat Al-Qiyamah lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.