Surat Asy Syams

Matahari • Makkiyah • 15 ayat

Tentang Surat Asy-Syams

Baca Surat Asy-Syams (Matahari — الشمس) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 15 ayat Makkiyah (Juz 30) — surat ke-91 dalam Al-Quran.

Asy-Syams menggunakan rangkaian tujuh sumpah demi matahari, bulan, siang, malam, langit, bumi, dan jiwa manusia untuk menegaskan bahwa beruntunglah siapa yang menyucikan jiwanya dan merugilah yang mengotorinya. Kisah kaum Tsamud yang membunuh unta Allah karena kesombongan menjadi pelajaran bahwa dosa kolektif akan mendatangkan azab bagi seluruh kaum..

Tema Utama

  • Tujuh sumpah agung Allah demi ciptaan-Nya yang menakjubkan
  • Penyucian jiwa sebagai kunci keberuntungan
  • Pengotoran jiwa sebagai penyebab kecelakaan
  • Kisah kaum Tsamud yang membunuh unta betina utusan Allah
  • Azab Allah menimpa kaum yang melampaui batas

Kandungan Surat

Ayat 1-10Tujuh sumpah dan penyucian jiwa — Allah bersumpah demi matahari dan sinarnya, bulan yang mengiringinya, siang yang memperlihatkannya, malam yang menutupinya, langit dan pembinaannya, bumi dan penghamparannya, serta jiwa dan penyempurnaannya. Allah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefasikan dan ketakwaan. Beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.
Ayat 11-15Kisah kaum Tsamud — kaum Tsamud mendustakan rasul mereka karena kedurhakaan mereka. Orang yang paling celaka di antara mereka bangkit lalu menyembelih unta betina yang menjadi mukjizat Nabi Shalih 'alaihis salam, maka Allah menimpakan azab dan meratakan mereka tanpa takut akibatnya.

Keutamaan

  • Surat Asy-Syams mengandung tujuh sumpah berturut-turut yang merupakan rangkaian sumpah terpanjang dalam Al-Quran, menunjukkan betapa pentingnya pesan yang disampaikan yaitu penyucian jiwa.
  • Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ayat 'qad aflaha man zakkaha' (beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya) menjadi dasar utama konsep tazkiyatun nafs dalam Islam.
  • Nabi ﷺ sering berdoa: 'Allahumma aati nafsi taqwaha wa zakkiha anta khairu man zakkaha' (Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya). (HR. Muslim)

Asbab Nuzul

Surat Asy-Syams adalah surat Makkiyah yang turun pada masa dakwah di Mekkah. Surat ini diturunkan untuk menekankan pentingnya penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) sebagai fondasi keimanan dan keberuntungan. Kisah kaum Tsamud yang membunuh unta betina Nabi Shalih dijadikan contoh nyata akibat jiwa yang kotor dan durhaka. Surat ini mengingatkan kaum Quraisy agar tidak mengikuti jejak kaum Tsamud yang dihancurkan Allah karena kedurhakaan mereka.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Tafsir Ath-Thabari

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

wasy-syamsi wa dluḫâhâ

Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

2

وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

wal-qamari idzâ talâhâ

demi bulan saat mengiringinya,

3

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

wan-nahâri idzâ jallâhâ

demi siang saat menampakkannya,

4

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ

wal-laili idzâ yaghsyâhâ

demi malam saat menutupinya (gelap gulita),

5

وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ

was-samâ'i wa mâ banâhâ

demi langit serta pembuatannya,

6

وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ

wal-ardli wa mâ thaḫâhâ

demi bumi serta penghamparannya,

7

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ

wa nafsiw wa mâ sawwâhâ

dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,

8

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

fa al-hamahâ fujûrahâ wa taqwâhâ

lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

9

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

qad aflaḫa man zakkâhâ

sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)

10

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

wa qad khâba man dassâhâ

dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

11

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآۖ

kadzdzabats tsamûdu bithaghwâhâ

(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas

12

اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ

idzimba‘atsa asyqâhâ

ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).

13

فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ

fa qâla lahum rasûlullâhi nâqatallâhi wa suqyâhâ

Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”

14

فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ

fa kadzdzabûhu fa ‘aqarûhâ fa damdama ‘alaihim rabbuhum bidzambihim fa sawwâhâ

Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).

15

وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَاࣖ

wa lâ yakhâfu ‘uqbâhâ

Dia tidak takut terhadap akibatnya.

Anda baru saja membaca Surat Asy-Syams.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat Asy-Syams

Apa isi kandungan Surat Asy-Syams?

Asy-Syams menggunakan rangkaian tujuh sumpah demi matahari, bulan, siang, malam, langit, bumi, dan jiwa manusia untuk menegaskan bahwa beruntunglah siapa yang menyucikan jiwanya dan merugilah yang mengotorinya. Kisah kaum Tsamud yang membunuh unta Allah karena kesombongan menjadi pelajaran bahwa dosa kolektif akan mendatangkan azab bagi seluruh kaum. Surat Asy-Syams terdiri dari 15 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat Asy-Syams?

Surat Asy-Syams terdiri dari 15 ayat dan terdapat pada juz 30 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 3 menit.

Mengapa surat ini dinamakan Asy-Syams (Matahari)?

Nama "Asy-Syams" (الشمس) berarti "Matahari" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-91 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat Asy-Syams Makkiyah atau Madaniyah?

Surat Asy-Syams termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat Asy-Syams?

Surat Asy-Syams dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat Asy-Syams?

Surat Asy-Syams mengandung tujuh sumpah berturut-turut yang merupakan rangkaian sumpah terpanjang dalam Al-Quran, menunjukkan betapa pentingnya pesan yang disampaikan yaitu penyucian jiwa. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ayat 'qad aflaha man zakkaha' (beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya) menjadi dasar utama konsep tazkiyatun nafs dalam Islam. Nabi ﷺ sering berdoa: 'Allahumma aati nafsi taqwaha wa zakkiha anta khairu man zakkaha' (Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya). (HR. Muslim)

Apakah membaca Surat Asy-Syams di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat Asy-Syams lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.