Baca Surat At-Taubah (Pengampunan — التوبة) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 129 ayat Madaniyah (Juz 10) — surat ke-9 dalam Al-Quran.
At-Taubah adalah satu-satunya surat dalam Al-Quran yang tidak diawali dengan Bismillah, karena berisi pernyataan tegas pemutusan perjanjian dengan kaum musyrikin yang berkhianat. Surat ini membahas kewajiban jihad, taubat, hukum orang munafik, dan mengecam mereka yang enggan berjuang di jalan Allah..
Ayat 1-6Pernyataan pemutusan perjanjian (bara'ah) dari Allah dan Rasul-Nya terhadap kaum musyrikin yang melanggar perjanjian. Pemberian waktu empat bulan untuk bertaubat atau menghadapi perang. Perlindungan bagi musyrik yang meminta suaka untuk mendengar firman Allah.
Ayat 7-16Penjelasan alasan pemutusan perjanjian: kaum musyrikin tidak menghormati perjanjian dan ikatan kekerabatan. Perintah memerangi mereka jika menyerang, karena mereka yang memulai pelanggaran.
Ayat 17-29Larangan bagi orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah. Keutamaan berhijrah dan berjihad. Perintah memerangi Ahli Kitab yang tidak membayar jizyah. Kecaman terhadap pendeta dan rahib yang memakan harta secara batil.
Ayat 30-37Kecaman terhadap Yahudi yang menganggap Uzair anak Allah dan Nasrani yang menganggap Al-Masih anak Allah. Penjelasan tentang bulan-bulan haram dan larangan mengubahnya (nasi').
Ayat 38-52Kecaman keras terhadap orang-orang yang enggan berperang dan mencari-cari alasan. Perintah berangkat jihad baik ringan maupun berat. Pembongkaran tipu daya orang munafik yang bersumpah palsu.
Ayat 53-66Penjelasan bahwa infak orang munafik tidak diterima Allah karena kekufuran mereka. Larangan tertipu oleh harta dan anak-anak mereka. Sifat orang munafik yang menyuruh kemunkaran dan mencegah kebaikan.
Ayat 60-66Delapan golongan penerima zakat (mustahik): fakir, miskin, amil, muallaf, budak, orang yang berhutang, fi sabilillah, dan ibnu sabil (ayat 60). Ayat ini menjadi dasar utama hukum distribusi zakat.
Ayat 67-99Perumpamaan orang munafik dengan orang-orang kafir terdahulu yang lebih kuat namun binasa. Kontras dengan sifat orang mukmin laki-laki dan perempuan yang saling menolong dalam kebaikan. Kisah orang-orang Arab Badui yang mengaku beriman padahal baru berserah diri.
Ayat 100-110Pujian terhadap muhajirin dan anshar generasi pertama serta pengikut mereka. Kecaman terhadap masjid dhirar yang dibangun untuk memecah belah umat. Pondasi masjid yang dibangun di atas takwa (Masjid Quba) lebih baik.
Ayat 111-129Allah membeli jiwa dan harta orang beriman dengan surga. Kisah tiga sahabat yang ditangguhkan taubatnya (Ka'b bin Malik, Murarah bin Ar-Rabi', Hilal bin Umayyah) hingga bumi terasa sempit bagi mereka, lalu Allah menerima taubat mereka. Penutup dengan dua ayat terakhir tentang sifat Nabi ﷺ yang sangat mengasihi umatnya.
Surat At-Taubah turun di Madinah pada tahun 9 H menjelang dan setelah Perang Tabuk — ekspedisi militer terakhir yang dipimpin langsung oleh Nabi ﷺ. Surat ini turun untuk memutuskan perjanjian dengan kaum musyrikin yang berkhianat, membongkar kemunafikan orang-orang yang mencari alasan untuk tidak ikut berperang, dan menerima taubat para sahabat yang terlambat bergabung. Tidak adanya Basmalah di awal surat ini karena merupakan kelanjutan dari surat Al-Anfal menurut pendapat Utsman bin Affan رضي الله عنه.
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ath-Thabari, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sirah Ibnu Hisyam