Surat At Tur

Bukit Tursina • Makkiyah • 49 ayat

Tentang Surat At-Tur

Baca Surat At-Tur (Bukit — الطور) lengkap dengan teks Latin, Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia. Berikut adalah 49 ayat Makkiyah (Juz 27) — surat ke-52 dalam Al-Quran.

At-Tur diawali dengan sumpah demi Bukit Sinai, Kitab Tertulis, Ka'bah yang banyak dikunjungi, dan langit yang ditinggikan, untuk menegaskan bahwa azab pasti akan tiba. Surat ini juga menggambarkan kenikmatan surga secara rinci dan memerintahkan Rasulullah untuk bersabar dalam berdakwah dengan bertasbih..

Tema Utama

  • Sumpah agung demi Bukit Sinai dan kebenaran azab Allah
  • Gambaran kenikmatan surga yang menanti orang bertakwa
  • Perintah bersabar dalam berdakwah sambil bertasbih
  • Bantahan terhadap tuduhan kafir bahwa Nabi adalah penyair atau dukun
  • Kepastian hari kiamat yang tidak bisa dielakkan

Kandungan Surat

Ayat 1-8Sumpah Allah — sumpah demi Bukit Thur (Sinai), kitab yang tertulis, Baitul Makmur, atap yang ditinggikan, dan laut yang dipanaskan, bahwa azab Tuhan pasti terjadi.
Ayat 9-16Hari kiamat — pada hari ketika langit benar-benar bergoncang dan gunung benar-benar berjalan, celakalah orang-orang yang mendustakan, mereka didorong ke neraka Jahanam.
Ayat 17-28Kenikmatan surga — orang bertakwa berada di surga dengan kebun-kebun dan kenikmatan, dinikahkan dengan bidadari bermata jeli, keluarga mereka dikumpulkan, buah-buahan dan daging yang diinginkan tersedia.
Ayat 29-43Bantahan terhadap tuduhan — Nabi ﷺ bukan dukun, bukan orang gila, bukan penyair, dan bukan pembuat-buat Al-Quran. Tantangan untuk mendatangkan pembicaraan serupa jika mereka benar.
Ayat 44-49Perintah bersabar — serahkan urusan kepada Allah, bersabarlah menunggu keputusan Tuhan, bertasbih di waktu malam dan ketika bintang-bintang terbenam.

Keutamaan

  • Jubair bin Muth'im masuk Islam setelah mendengar Nabi ﷺ membaca surat ini dalam salat Maghrib, khususnya ketika sampai pada ayat sumpah. (HR. Bukhari)
  • Surat ini mengandung bantahan komprehensif terhadap segala tuduhan palsu kaum kafir kepada Nabi ﷺ.
  • Menampilkan gambaran surga yang sangat indah dan detail sebagai motivasi bagi orang beriman.
  • Penutup surat mengandung perintah bertasbih yang indah: 'Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau berdiri, dan bertasbihlah pada sebagian malam dan ketika bintang-bintang terbenam.'

Asbab Nuzul

Surat At-Tur adalah surat Makkiyah yang turun di Mekkah. Surat ini turun untuk membantah berbagai tuduhan kaum Quraisy terhadap Nabi ﷺ yang mereka sebut sebagai penyair, dukun, dan orang gila. Diriwayatkan bahwa Jubair bin Muth'im datang ke Madinah untuk menebus tawanan perang Badar, lalu mendengar Nabi ﷺ membaca surat ini dalam salat Maghrib, dan hatinya tergerak sehingga kemudian masuk Islam.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Tafsir Ath-Thabari, Al-Bidayah wan Nihayah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1

وَالطُّوْرِۙ

wath-thûr

Demi gunung (Sinai),

2

وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ

wa kitâbim masthûr

demi Kitab yang ditulis

3

فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ

fî raqqim mansyûr

pada lembaran yang terbuka,

4

وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ

wal-baitil-ma‘mûr

demi Baitulmakmur,

5

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ

was-saqfil-marfû‘

demi atap yang ditinggikan (langit),

6

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ

wal-baḫril-masjûr

dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),

7

اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ

inna ‘adzâba rabbika lawâqi‘

sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.

8

مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ

mâ lahû min dâfi‘

Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.

9

يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًاۙ

yauma tamûrus-samâ'u maurâ

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya

10

وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًاۗ

wa tasîrul-jibâlu sairâ

dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.

11

فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ

fa wailuy yauma'idzil lil-mukadzdzibîn

Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,

12

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَۘ

alladzîna hum fî khaudliy yal‘abûn

(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).

13

يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ

yauma yuda‘‘ûna ilâ nâri jahannama da‘‘â

(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

14

هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ

hâdzihin-nârullatî kuntum bihâ tukadzdzibûn

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”

15

اَفَسِحْرٌ هٰذَآ اَمْ اَنْتُمْ لَا تُبْصِرُوْنَ

a fa siḫrun hâdzâ am antum lâ tubshirûn

Apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

16

اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

ishlauhâ fashbirû au lâ tashbirû, sawâ'un ‘alaikum, innamâ tujzauna mâ kuntum ta‘malûn

Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

17

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ

innal-muttaqîna fî jannâtiw wa na‘îm

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

18

فٰكِهِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۚ وَوَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ

fâkihîna bimâ âtâhum rabbuhum, wa waqâhum rabbuhum ‘adzâbal-jaḫîm

Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim.

19

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤئًا ۢ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ

kulû wasyrabû hanî'am bimâ kuntum ta‘malûn

(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”

20

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ

muttaki'îna ‘alâ sururim mashfûfah, wa zawwajnâhum biḫûrin ‘în

Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah.

21

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ

walladzîna âmanû wattaba‘at-hum dzurriyyatuhum bi'îmânin alḫaqnâ bihim dzurriyyatahum wa mâ alatnâhum min ‘amalihim min syaî', kullumri'im bimâ kasaba rahîn

Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

22

وَاَمْدَدْنٰهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ

wa amdadnâhum bifâkihatiw wa laḫmim mimmâ yasytahûn

Kami menganugerahkan kepada mereka tambahan (kenikmatan) berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka inginkan.

23

يَتَنَازَعُوْنَ فِيْهَا كَأْسًا لَّا لَغْوٌ فِيْهَا وَلَا تَأْثِيْمٌ

yatanâza‘ûna fîhâ ka'sal lâ laghwun fîhâ wa lâ ta'tsîm

Di dalam (surga) itu mereka saling mengulurkan gelas (yang isinya) tidak (menimbulkan) ucapan atau sikap yang tidak berfaedah dan tidak pula (menimbulkan) perbuatan dosa.

24

وَيَطُوْفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَّهُمْ كَاَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَّكْنُوْنٌۚ

wa yathûfu ‘alaihim ghilmânul lahum ka'annahum lu'lu'um maknûn

Di sekitar mereka ada anak-anak muda belia berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan (anak muda belia) itu bagaikan mutiara yang tersimpan.

25

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ

wa aqbala ba‘dluhum ‘alâ ba‘dliy yatasâ'alûn

Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertegur sapa.

26

قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِيْٓ اَهْلِنَا مُشْفِقِيْنَ

qâlû innâ kunnâ qablu fî ahlinâ musyfiqîn

Mereka berkata, “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, adalah orang yang takut (ditimpa azab Allah).

27

فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْنَا وَوَقٰىنَا عَذَابَ السَّمُوْمِ

fa mannallâhu ‘alainâ wa waqânâ ‘adzâbas-samûm

Allah menganugerahkan karunia kepada kami dan menjaga kami dari azab neraka.

28

اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوْهُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ

innâ kunnâ ming qablu nad‘ûh, innahû huwal-barrur-raḫîm

Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Mahaluas kebajikan-Nya lagi Maha Penyayang.”

29

فَذَكِّرْ فَمَآ اَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَّلَا مَجْنُوْنٍۗ

fa dzakkir fa mâ anta bini‘mati rabbika bikâhiniw wa lâ majnûn

(Wahai Nabi Muhammad,) teruslah menyampaikan peringatan karena berkat nikmat Tuhanmulah, engkau bukan seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila!

30

اَمْ يَقُوْلُوْنَ شَاعِرٌ نَّتَرَبَّصُ بِهٖ رَيْبَ الْمَنُوْنِ

am yaqûlûna syâ‘irun natarabbashu bihî raibal-manûn

Bahkan, mereka (orang musyrik Makkah) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”

31

قُلْ تَرَبَّصُوْا فَاِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُتَرَبِّصِيْنَۗ

qul tarabbashû fa innî ma‘akum minal-mutarabbishîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersamamu.”

32

اَمْ تَأْمُرُهُمْ اَحْلَامُهُمْ بِهٰذَآ اَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ

am ta'muruhum aḫlâmuhum bihâdzâ am hum qaumun thâghûn

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini atau apakah mereka kaum yang melampaui batas?

33

اَمْ يَقُوْلُوْنَ تَقَوَّلَهٗۚ بَلْ لَّا يُؤْمِنُوْنَۚ

am yaqûlûna taqawwalah, bal lâ yu'minûn

Bahkan, apakah mereka (juga) berkata, “Dia (Nabi Muhammad) mereka-rekanya?” Tidak! Merekalah yang tidak beriman.

34

فَلْيَأْتُوْا بِحَدِيْثٍ مِّثْلِهٖٓ اِنْ كَانُوْا صٰدِقِيْنَۗ

falya'tû biḫadîtsim mitslihî ing kânû shâdiqîn

Cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur’an) jika mereka orang-orang benar.

35

اَمْ خُلِقُوْا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ اَمْ هُمُ الْخٰلِقُوْنَۗ

am khuliqû min ghairi syai'in am humul-khâliqûn

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)?

36

اَمْ خَلَقُوا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ بَلْ لَّا يُوْقِنُوْنَۗ

am khalaqus-samâwâti wal-ardl, bal lâ yûqinûn

Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

37

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَبِّكَ اَمْ هُمُ الْمُصَۣيْطِرُوْنَۗ

am ‘indahum khazâ'inu rabbika am humul-mushaithirûn

Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?

38

اَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَّسْتَمِعُوْنَ فِيْهِۚ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍۗ

am lahum sullamuy yastami‘ûna fîh, falya'ti mustami‘uhum bisulthânim mubîn

Apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.

39

اَمْ لَهُ الْبَنٰتُ وَلَكُمُ الْبَنُوْنَۗ

am lahul-banâtu wa lakumul-banûn

Apakah (pantas) bagi-Nya anak-anak perempuan, sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?

40

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ

am tas'aluhum ajran fa hum mim maghramim mutsqalûn

Apakah engkau (Nabi Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

41

اَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُوْنَۗ

am ‘indahumul-ghaibu fa hum yaktubûn

Apakah mereka mempunyai (pengetahuan) tentang yang gaib, lalu mereka menuliskannya?

42

اَمْ يُرِيْدُوْنَ كَيْدًاۗ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا هُمُ الْمَكِيْدُوْنَۗ

am yurîdûna kaidâ, falladzîna kafarû humul-makîdûn

Apakah mereka hendak melakukan tipu daya? Justru orang-orang yang kufur itulah yang terkena tipu daya.

43

اَمْ لَهُمْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

am lahum ilâhun ghairullâh, sub-ḫânallâhi ‘ammâ yusyrikûn

Apakah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

44

وَاِنْ يَّرَوْا كِسْفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ سَاقِطًا يَّقُوْلُوْا سَحَابٌ مَّرْكُوْمٌ

wa iy yarau kisfam minas-samâ'i sâqithay yaqûlû saḫâbum markûm

Jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, “Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk (yang akan menurunkan hujan).”

45

فَذَرْهُمْ حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ فِيْهِ يُصْعَقُوْنَۙ

fadzar-hum ḫattâ yulâqû yaumahumulladzî fîhi yush‘aqûn

Biarkanlah mereka (dalam kesesatan) hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,

46

يَوْمَ لَا يُغْنِيْ عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَۗ

yauma lâ yughnî ‘an-hum kaiduhum syai'aw wa lâ hum yunsharûn

(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka dan mereka tidak akan diberi pertolongan.

47

وَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا عَذَابًا دُوْنَ ذٰلِكَ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

wa inna lilladzîna dhalamû ‘adzâban dûna dzâlika wa lâkinna aktsarahum lâ ya‘lamûn

Sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim ada azab selain itu, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

48

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَاِنَّكَ بِاَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِيْنَ تَقُوْمُۙ

washbir liḫukmi rabbika fa innaka bi'a‘yuninâ wa sabbiḫ biḫamdi rabbika ḫîna taqûm

Bersabarlah (Nabi Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami! Bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu ketika engkau bangun!

49

وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِدْبَارَ النُّجُوْمِࣖ

wa minal-laili fa sabbiḫ-hu wa idbâran-nujûm

Bertasbihlah kepada-Nya pada sebagian malam dan pada waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar).

Anda baru saja membaca Surat At-Tur.
Kami baru saja menghapus semua iklan dari situs ini.
Donasi Anda yang menjaga Litequran.net tetap bebas iklan — untuk Anda dan ratusan ribu pembaca lainnya.

Donasi Sekarang

Pertanyaan Umum tentang Surat At-Tur

Apa isi kandungan Surat At-Tur?

At-Tur diawali dengan sumpah demi Bukit Sinai, Kitab Tertulis, Ka'bah yang banyak dikunjungi, dan langit yang ditinggikan, untuk menegaskan bahwa azab pasti akan tiba. Surat ini juga menggambarkan kenikmatan surga secara rinci dan memerintahkan Rasulullah untuk bersabar dalam berdakwah dengan bertasbih. Surat At-Tur terdiri dari 49 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

Berapa jumlah ayat Surat At-Tur?

Surat At-Tur terdiri dari 49 ayat dan terdapat pada juz 27 dalam Al-Quran. Estimasi waktu membaca dengan tartil beserta terjemahannya sekitar 10 menit.

Mengapa surat ini dinamakan At-Tur (Bukit)?

Nama "At-Tur" (الطور) berarti "Bukit" dalam bahasa Indonesia. Penamaan ini merujuk pada tema atau kisah utama yang dibahas dalam surat. Surat ini merupakan surat ke-52 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Apakah Surat At-Tur Makkiyah atau Madaniyah?

Surat At-Tur termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah. Surat Makkiyah umumnya membahas tema keimanan, tauhid, hari akhir, dan kisah para nabi sebagai penguatan akidah umat Islam di masa awal dakwah.

Kapan waktu terbaik membaca Surat At-Tur?

Surat At-Tur dapat dibaca kapan saja, terutama saat berdzikir dan bermunajat kepada Allah. Sebagai surat Makkiyah yang berisi penguatan iman dan tauhid, membacanya di waktu tenang seperti sepertiga malam terakhir atau setelah shalat Subuh sangat dianjurkan.

Apa keutamaan membaca Surat At-Tur?

Jubair bin Muth'im masuk Islam setelah mendengar Nabi ﷺ membaca surat ini dalam salat Maghrib, khususnya ketika sampai pada ayat sumpah. (HR. Bukhari) Surat ini mengandung bantahan komprehensif terhadap segala tuduhan palsu kaum kafir kepada Nabi ﷺ. Menampilkan gambaran surga yang sangat indah dan detail sebagai motivasi bagi orang beriman. Penutup surat mengandung perintah bertasbih yang indah: 'Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau berdiri, dan bertasbihlah pada sebagian malam dan ketika bintang-bintang terbenam.'

Apakah membaca Surat At-Tur di LiteQuran benar-benar gratis dan tanpa iklan?

Ya, LiteQuran menyediakan Surat At-Tur lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, tafsir, dan audio murottal secara 100% gratis dan tanpa iklan sama sekali. Halaman dimuat sangat cepat karena tidak ada script iklan yang memperlambat. Anda bisa fokus membaca Al-Quran tanpa gangguan pop-up atau banner iklan.